Minggu, 23 Maret 2014

Ada beberapa koleksi sebenarnya sudah pernah ditampilkan Dian Pelangi pada koleksi yang bertajuk sailorita, seperti skirt warna kuning dan cardigan. Untuk rancangan ramadhan rose ini Dian Pelangi juga terinspirasi dari lawatan terakhirnya ke istana Buckenberg - Jerman yang penuh dengan nuansa bunga. Jadi secara garis besar Dian Pelangi ingin menjangkau konsumen wanita muslim diluar Indonesia. 


Sabtu, 22 Maret 2014

tips memilih jilbab ala dian pelangi

Bagi seorang muslimah, berbusana tak hanya mencirikan gaya dan karakter personal, tapi juga memenuhi kriteria religi.

Seperti apa busana wanita karir muslimah yang ideal menurut dua desainer kondang, Tuti Adib dan Dian Pelangi?

"Untuk keperluan bekerja, gaya jilbab harus lebih sederhana, yang penting pantas dikenakan," ujar Tuti saat ditemui di konferensi pers Indonesia Fashion Week (IFW) 2013, Jumat (15/2).

"Pemilihan jilbab juga harus menyamarkan bentuk wajah, misalnya yang pipinya chubby jadi lebih tirus, ringkas dan sederhana," sambungnya.

Desainer muda dengan ciri khas warna-warna pelangi, Dian Pelangi, punya tips lain dalam memilih jilbab untuk bekerja.

"Bagi muslimah aktif dengan mobilitas tinggi, yang penting adalah pemilihan bahan. Jangan cepat lecek, pilih yang menyerap keringat supaya tidak meninggalkan bercak keringat," saran Dian.

"Untuk wanita aktif, jangan pakai jilbab yang jarumnya terlalu banyak, susah dibongkar-pasang, apalagi kalau mau sholat," sambungnya.

Tuti dan Dian sepakat, kebutuhan berjilbab bagi wanita karir merupakan tantangan bagi para desainer muslim untuk lebih semangat dalam menciptkan kreasi-kreasi baru.

"Label saya sendiri sudah mengeluarkan kerudung instan. Pelanggan saya menyebutnya jilbab sosor, karena dipakainya lebih instan, tinggal disosor," seloroh Dian.

Jumat, 21 Maret 2014

Pashmina Tenun Ala Dian Pelangi Motif Tye Dye

Pashmina tenun ala Dian Pelangi sedang menjadi trend pashmina saat ini, pashmina tenun DP ini sering disebut sebagai pashmina tikar karena model tenunnya yang seperti tikar. Pashmina ini berbahan katun yang nyaman dengan motif tye dye atau motif pelangi yang menjadi salah satu ciri khas Dian Pelangi.

Pashmina Dian Pelangi ini cocok dipakai sebagai pashmina modern untuk Anda yang selalu ingin mengikuti trend pashmina modern ala artis Indonesia.  Dian Pelangi adalah salah satu artis dan desainer yang selalu menginspirasi gaya berkerudung muslimah di Indonesia.

Beli sekarang juga pashmina tenun Ala Dian Pelangi hanya di toko online kami, Kerudung Modern dot com yang menyediakan jilbab, kerudung dan aneka pashmina modern dan selalu up to date.
pashmina tenun ala dian pelangi 300x300 Pashmina Tenun Ala Dian Pelangi Motif Tye Dye

Kamis, 20 Maret 2014

Dian Pelangi, Busana Muslimnya Menembus Pasar Dunia



Kalau di butik tidak ada foto Dian, pasti dikira palsu, ujar Dian, yang foto-foto dirinya menjadi identitas mereknya.

KOMPAS.com - Dian Pelangi (20) menjadi salah satu pelangi dalam Jakarta Fashion Week November lalu. Seusai menggelar karya pada pekan mode itu, sejumlah penggemar menyerbu Dian. Mereka meminta tanda tangan dan berfoto bersama. Penggemarnya adalah gadis-gadis muda anggota komunitas Hijabers.

Dian memang beken di kalangan generasi muda yang menamakan diri komunitas Hijabers itu. Anak-anak muda rela antre untuk mendapatkan koleksi baru busana muslimah karya Dian. Ia menjadi acuan dalam hal mode busana muslimah.

Dian ingin perempuan muslim selalu tampil fashionable. Di beberapa kota, seperti Aceh, Bandung, dan Makassar, Dian rutin berbicara tentang mode busana muslimah. Ia kini hampir tak pernah ada di rumah karena padatnya jadwal sebagai pembicara sekaligus memperagakan cara berjilbab.

Kami menemui Dian yang ramah dan murah senyum di salah satu butik miliknya di Bintaro, Tangerang, Banten. Matanya yang bulat besar selalu lekat menatap lawan bicara. Dian terlihat lebih dewasa daripada usianya. Pencapaian yang diraihnya juga melesat jauh melampaui umurnya. Karya-karyanya telah menembus pasar dunia. Putri Basma Bint Talal dari Jordania menjadi salah satu pelanggannya.

”Kadang saya merasa terlalu muda. Tapi, jika terus berpikiran begitu, saya tidak akan mencapai apa-apa,” kata Dian.

”Harus kerja keras waktu muda, tapi buahnya manis. Saya bangga jadi inspirasi anak muda,” kata perempuan yang bernama lengkap Dian Wahyu Utami ini.

Bisnis orangtua
Ketika Dian lahir, orangtuanya mulai berbisnis kerudung dari kain pelangi Palembang. Butik busana muslim itu lalu dinamai Dian Pelangi yang kini menjadi nama merek sekaligus nama julukan Dian.

Dari kecil, Dian sudah dipersiapkan orangtuanya untuk melanjutkan bisnis keluarga. Ada satu masa ketika Dian merasa hidupnya terlalu diatur. Ia sempat berontak ketika ”dipaksa” sekolah di Jurusan Tata Busana SMK I Pekalongan, Jawa Tengah.

”Dulu sempat nangis-nangis tiap pulang sekolah karena dicibir teman-teman sebaya, dikiranya Dian cuma akan jadi tukang jahit,” tambah Dian.

Sebagian dari teman-teman SMK-nya itu kini sudah menjadi karyawan Dian. Begitu lulus SMK, Dian ingin sekolah di Milan, Italia, atau Paris, Perancis, tetapi dilarang dengan alasan masih di bawah umur.

Dian kemudian mengambil alih pengelolaan bisnis batik dari orangtua. Tiga tahun dikelola Dian, butik orangtuanya yang dulu ada di empat kota telah berkembang ke sembilan kota, termasuk sebuah gerai di Malaysia. Saat ini jumlah karyawan Dian lebih dari 700 orang.

Sebagai desainer muda, Dian jeli menangkap selera pasar. Ia menciptakan busana muslimah berbahan kain tradisional yang siap dipakai dan tergolong murah. Dia fanatik dengan bahan baku kain tradisional yang diproduksi sendiri, seperti kain jumputan, songket palembang, dan batik pekalongan.

Permintaan membuka butik di luar negeri, seperti di Timur Tengah dan Eropa, terus berdatangan, tetapi Dian belum menyanggupi karena kendala produksi. Selembar busana muslim berbahan batik, misalnya, membutuhkan proses produksi hingga tiga bulan.

Sejak 2009, Dian mulai menembus pasar Timur Tengah. Saat itu ia sempat kesal ketika beberapa kerabat melarangnya membawa batik karena dianggap tidak akan laku. ”Dian nekat bawa jubah batik hitam. Hanya bawa satu kopor dan ludes terjual,” ujarnya.

Debut Dian diawali saat mengikuti peragaan busana di Melbourne, Australia. Pertengahan Desember lalu, Dian turut dalam peragaan busana di Paris. Ia mengusung busana muslim musim dingin dengan inspirasi gaya Rusia.

Model
Dian juga sangat suka berperan sebagai model. Foto-fotonya menjadi identitas tersendiri bagi merek Dian Pelangi. ”Kalau di butik tidak ada foto Dian, pasti dikira palsu, ” tambahnya.

Sejak kecil, Dian selalu ingin tampil. Bak peragawati, ia memperagakan baju-baju di depan tamu yang datang ke butik ibunya di Pekalongan. Ia juga tekun membuat pola-pola baju untuk dipakai sendiri atau mendandani bonekanya.

Sebagai model, dengan postur tubuh semampai 172 sentimeter, Dian terlihat semakin tinggi karena ia sangat suka memakai sepatu berhak setinggi 15-20 cm. ”Lebih tinggi lebih bagus. Saya lebih pede dengan high heels,” katanya.

Sehari-hari ia memakai sepatu berhak 7 cm. Karena ukuran kakinya 41, Dian sering kesulitan membeli sepatu. Maka ia pun kadang mendesain sepatu sendiri agar sesuai dengan imajinasinya. ”Aku perfeksionis dalam hal penampilan. Pengin total dari ujung kaki sampai ujung kepala,” kata Dian.

Jika penat dengan padatnya jadwal, Dian menghibur diri dengan lagu-lagu Melayu, di antaranya Engkau Laksana Bulan yang dulu dipopulerkan P Ramlee dan kemudian oleh Sheila Madjid. Dengar Dian berlagu, ”Engkau laksana bulan... Tinggi di atas kayangan....”

Dian Wahyu Utami
Lahir: Palembang, 14 Januari 1991
Pendidikan:
- SD MI Adabiyah II
- SMP Insan Kamil Ponpes Al Ihya Bogor
- SMKN I Pekalongan
- ESMOD Jakarta (Fashion Design dan Pattern Making)
- Lessanul Arab (Kairo, Mesir)

Rabu, 19 Maret 2014

The 7 labels of Dian Pelangi

0
Just a few weeks apart after her journey to 4 countries around the world, Dian Pelangi held one big series of event called Pelangi Ramadhan. The series of event was assembled in the duration of two days, 5-6 July 2013 in Skeeno Hall, Gandaria City, Jakarta. Carrying the same mission as last year, this event also brought Sisterhood, bazaar and meet and greet with Dian and guest blogger, Ascia AKF, a hijab fashion blogger from Kuwait.
The highlight at the end of the day was the Grand Fashion Show with 100 looks from all of Dian Pelangi’s line. This particular show was also a relaunch event for all of the brands under Dian Pelangi’s company and to remark the existence of Dian Pelangi brand that has been coloring  the Indonesian fashion industry for 22 years.
So, did you get the chance to come and witness the show or watch the livestream? Plenty of models, artists, and famous names were involved and walked the stage. Let’s go over each line, shall we?

1. DP by Dian
Casual, young, colorful, and acceptably affordable. From cotton, knitted, rayon, chiffon, ceruti, and other fabrics, this is what Dian Pelangi’s young customers most sought after. For this season, Sailorita theme seems to be the highlight of the collection.


2. Dian Pelangi (exclusive)
Dian Pelangi with the logo “DP” is a premium range product of Dian Pelangi. With silk, songket material, jumputan, batik, woven, or combination of those materials, Dian Pelangi (DP) created exclusively for attending or holding official events. In this show, Dian Pelangi label presented Ramadhan Rose, a one-piece look of silk abayas and long dress in white with a touch of soft tie-dye.


3. DMen
Since the beginning, Dian Pelangi has always cater male clothing, especially batik shirt. But DMen aims to reach wider segment for men clothing, particularly the younger crowd. So DMen label provides more casual, contemporary clothing for men with a touch of tie-dye, ikat, batik, or woven.



4. Dinda Pelangi
A brand without kids collection would never have been complete. Pretty much the same outline with DP by Dian, Dinda -derived from Dian’s little sister- offers casual clothing, mainly made of cotton, to boys and girls from the age of 5-12 years. Colorful tie-dyes devoted  for your little girls. What do you think?



5. DP Hajj
With the objective of a one-stop shopping for Muslim families, and of course, Dian’s constant need to be constantly preoccupied during the holy trip, DP Hajj was officially introduced. It’s quite necessary and also customary to wear mainly white during Umrah or Hajj pilgrimage.



6. Dian Pelangi Bride
For the needs of engagement ceremony or a wedding reception, Dian Pelangi Bride is your choice. With custom-made concept, the wedding dress can be designed according to customer’s specifications. They also provide wedding dresses, jewelries, as well as bridesmaids and family members’ uniform rentals.




7. Galeri Dian Pelangi
This is probably the first and the original line of Dian Pelangi, long before the novice daughter established into a distinguished designer and fashion Muslim icon. The preposition ‘Galeri’ was attached to differentiate the segment for these considerably mature, glam-ethnic, and design-advanced collection.

Selasa, 18 Maret 2014

Dian Pelangi Mampu Mendulang Kesuksesan di IFW

Koleksi Dian Pelangi (Foto:Okezone)  
Koleksi Dian Pelangi (Foto:Okezone) NAMA desainer muslim Dian Pelangi memang sudah santer terdengar oleh para penikmat mode Eropa. Pada Januari lalu, Dian berhasil menutup acara fesyen show London Fashion Week di Inggris.

Kali ini, pada pekan mode Indonesia Fashion Week 2014. Dian seakan ingin mendulang kesuksesan yang sama seperti si London Fashion Week.

Setidaknya 20 busana yang dipamerkan Dian, mampu menyedot perhatian para penikmat mode yang hadir. Peragaan busana koleksi Dian Pelangi terbagi berdasarkan tiga sekuens, yang setiap sekuensnya mewakili tema busana yang dipamerkan.

Bali, Jawa Tengah dan Palembang, merupakan inspirasi dari koleksi busananya kali ini. Dian menggunakan tiga kain tradisional yang berasal dari tiga provinsi. Tenun Bali, Songket Palembang, dan Batik Jawa Tengah dikemas secara apik dengan warna warni yang merupakan ciri khas karya Dian Pelangi.

Dian mengaku, antusiasme para penikmat mode dari London terutama busana muslim sangat baik. Ada beberapa dari mereka yang sudah memesan koleksi yang dipamerkan.

"Alhamdulillah ya bagus banget. Ada beberapa dari mereka bilang nice close Dian, itu pertanda baik buat aku, walaupun tampil terakhir, ada beberapa yang request maunya ini tapi warna diganti merah marun," tutupnya.(ren)

Senin, 17 Maret 2014

Dian Pelangi adalah salah satu designer Indonesia yang terpilih untuk berkontribusi dengan 12 desainer internasional lainnya pada acara eksklusif busana muslim Haute Arabia High Tea 2014 di Inggris. Pada acara tersebut, Dian Pelangi membawa design yang bertajuk pada nuansa kerajaan di Indonesia, seperti kerajaan Majapahit, Sriwijaya, dan Kerajaan Bali Kuno. Berikut rancangan Dian Pelangi yang di peragakan pada acara Haute Arabia High Tea 2014 di Bulgari Hotel & Residences, London.
photo by : ALIWAY
Dian Pelangi at Haute Arabia1
Dian Pelangi at Haute Arabia2
Dian Pelangi at Haute Arabia3
Dian Pelangi at Haute Arabia4
Dian Pelangi at Haute Arabia5
Dian Pelangi at Haute Arabia6
Dian Pelangi at Haute Arabia7
Dian Pelangi at Haute Arabia8
Dian Pelangi at Haute Arabia9
Dian Pelangi at Haute Arabia10
Dian Pelangi at Haute Arabia11
Dian Pelangi at Haute Arabia12
Dian Pelangi at Haute Arabia13
Dian Pelangi at Haute Arabia14
Dian Pelangi at Haute Arabia15