Minggu, 20 April 2014

JIFW 2013, Dian Pelangi Jual Busana dengan Harga Terjangkau

Dian Pelangi (Foto: ist)  

Dian Pelangi (Foto: ist) AJANG Jakarta Islamic Fashion Week 2013, tampaknya akan menjadi spesial bagi para pelaku industri busana muslim. Termasuk juga desainer Dian Pelangi.

Pada ajang tersebut, Dian yang ditemui Okezone mengaku akan mengeluarkan koleksi untuk Ramadan. Sebanyak 12 look yang akan dipamerkan, Dian mengaku koleksi kali ini akan berbeda dengan sebelumnya.

"Untuk JIFW, saya akan mengeluarkan Ramadhan Rose tapi beda dengan yang sebelumnya. Kalau sekarang banyak ready to wear serta mix and match,"ujar Dian.
Lebih lanjut, desainer 22 tahun itu menambahkan para konsumen juga bisa mendapatkan busana yang dipamerkan. Bahkan menariknya, koleksi tersebut akan dijual dengan harga yang cukup terjangkau.

"Kisaran harga untuk ramadhan dari Rp300ribu - Rp780ribu karena ini kan ready to wear dan agar semua orang bisa memakai. Lalu untuk kerudung mulai Rp50ribu-Rp150ribu," tutupnya.

Sabtu, 19 April 2014

PFW, Dian Pelangi Speechless Ketemu Dakota Fanning

Dian Pelangi (Foto: Stylespk)  

Dian Pelangi (Foto: Stylespk)
BERKESEMPATAN menonton langsung perhelatan Paris Fashion Week, Dian Pelangi tak hanya mendapatkan inspirasi fashion semata. Di luar itu, kebahagiaan yang tak kalah penting ialah kesempatan dirinya bertemu artis ternama.

Selain desainer, ajang Paris Fashion Week (PFW) memang bertabur bintang. Tak heran, Dian yang sempat menghadiri acara itu belum lama ini berkesempatan bertemu para bintang yang selama ini hanya dinikmati lewat layar kaca. Salah satunya ialah Dakota Fanning.

"Saya speechless banget ketemu Dakota. Itu lagi party Louis Vuitton," tuturnya kepada Okezone melalui sambungan telefon, baru-baru ini.

Selain Dakota, Dian juga melihat beberapa wajah tenar yang tak sempat didekatinya langsung.

"Di situ yang hadir banyak orang-orang fashion semua. Jadi pas lagi minum, Dakota itu di depan saya sama adiknya. Speechless banget dan akhirnya minta foto bareng," tutupnya.

Jumat, 18 April 2014

Kenapa Dian Pelangi Ingin Selalu Tampil Trendi?

Dian Pelangi (Foto: Feri/Okezone)  

Dian Pelangi (Foto: Feri/Okezone)
DIAN Pelangi selalu tampil trendi dalam setiap kesempatan. Meski demikian, desainer cantik ini selalu menjaga tatanan busananya agar senantiasa memenuhi kaidah agama.

Sadar menjadi inspirator berbusana, Dian Pelangi pun selalu berusaha menyuguhkan tampilan terkini. Bahkan, tampilan trendi yang variatif selalu dipamerkannya.

Lantas, bebankah Dian mengingat banyak orang yang mengidolakan gaya berbusananya?

"Untuk tampil gaya sih pasti dan bukan karena diperhatiin, tapi karena memang saya suka fashion,"tuturnya kepada Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Dengan tuntutan secara tak langsung tersebut, Dian secara otomatis pun seperti dituntut untuk tampil trendi namun tetap syar'i.

"Otomatis saya selalu ingin tampil  'in style'. Malah, saya lebih tertuntut untuk tampil syar'i-nya karena harus memberi contoh yang baik," tutupnya.

Kamis, 17 April 2014

Kata Dian Pelangi soal Dominasi Desainer Pria

Dian Pelangi (Foto: Dok Pribadi)  

Dian Pelangi (Foto: Dok Pribadi) KANCAH mode Indonesia tidak hanya diisi para wanita saja. Tetapi pria pun juga tidak sedikit yang terlibat di dalamnya, bahkan lebih mendominasi.

Hal ini juga diakui oleh Dian Pelangi. Menurutnya, pekerjaan yang secara umum dilakukan wanita, kini pria pun bisa terlibat di dalamnya.

"Aku setuju, karena kalau dilihat dunia wanita saat ini juga banyak di-handle pria. Misalnya fashion, masak, make up juga," ujar Dian kepada Okezone di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Selain lebih memahami wanita, Dian juga menambahkan bahwa pria lebih percaya diri saat memutuskan segala sesuatunya. Tak heran di industri mode pun pria bisa dikatakan lebih menonjol karena sisi idealisnya.

"Laki-laki lebih tahu apa yang cocok buat perempuan. Aku saja masih sering minta pendapat ke suami. Mungkin karena mata pria lebih bagus dan kalau wanita kadang ada rasa tidak percaya dirinya," tutup Dian ramah.

Rabu, 16 April 2014

Jadi Desainer, Dian Pelangi Serasa Meluapkan Hobi

Dian Pelangi (Foto: dianpelangi.net)  

Dian Pelangi (Foto: dianpelangi.net) MESKI awalnya merasa terpaksa karena dicemplungkan ke dunia fashion oleh orangtuanya, namun Dian Pelangi kini merasa bahagia di dunia tersebut. Bahkan, ia menjalani semua peran itu layaknya meluapkan hobi.

Siapa menyangkan bahwa dunia yang dulu terpaksa dijalani kini justru membesarkan namanya dan membuat hatinya bahagia. Ya, Dian Pelangi merasakan betul hal tersebut. Wanita berusia 22 tahun itu mengaku bahwa fashion merupakan passionnya saat ini.

“Sekarang saya sudah menemukan passion saya. Ya, fashion ini passion saya,”tuturnya saat bertandang ke redaksi Okezone di gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Dengan menemukan pelabuhan kariernya, ia pun menjalani setiap waktunya dengan mata berbinar-binar. Apalagi, pekerjaan yang dijalaninya saat ini termasuk bagian dari hobinya.

“Saya tidak merasa ini pekerjaan yang berat karena saya mengerjakan ini semua layaknya hobi. Saya hobi fashion show, hobi mendandani orang. Ya jadi kalau kerja jadi kayak tidak kerja. Bedanya hobi yang menghasilkan pemasukan,”tutupnya.

Selasa, 15 April 2014

Dian Pelangi: Ridho Orangtua Kepuasan bagi Saya

Dian Pelangi (Foto: dok pribadi) 
  
Dian Pelangi (Foto: dok pribadi) MELAKONI profesi sebagai desainer, Dian Pelangi tak sekadar mengejar keutungan materi atau popularitas semata. Di luar itu, ada hal mulia lain yang dikejarnya.

Bagi Dian Pelangi, terkenal sebagai desainer bukanlah hasil akhir. Meski kebanggaaan tak dipungkiri dirasakannya dengan apa yang didapatnya saat ini, namun ada fokus lain yang membuatnya bahagia luar biasa. Lantas, apakah kepuasan yang dikejarnya tersebut?

“Kalau dibicarakan lebih jauh, mungkin tidak hanya mencari popularitas saya. Oke, saya mendesain baju yang disukai banyak orang, namun sesungguhnya bukan sekadar itu. Kepuasan bagi saya ialah ketika orangtua bangga dengan apa yang saya lakukan. Jangka pendeknya memang saya ingin sukses, tapi jangka panjangnya ialah surga dan mendapat ridho Allah, di mana itu ada pada ridho orangtua. Kalau orangtua ridho, sukses jangka panjangnya dapat, ridho Allah juga dapat. Prinsip saya seperti itu,” katanya saat bertandang ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Dengan fokus tersebut, Dian pun menanyakan pada orangtuanya apakah mereka ridho dengan apa yang dilakukannya saat ini. Ketika restu itu dikantongi, Dian pun merasa lega.

“Saya pernah tanya sama bapak dan ibu. Bapak dan ibu ridho tidak jika Dian seperti sekarang ini. Apa yang membuat Dian bisa dapat ridho bapak ibu? Kalau bapak dan ibu ridho Dian seperti ini, Dian sebagai desainer, pakai kerudung, dan sebarkan desain-desain busana, menginspirasi banyak orang, maka Dian lanjutkan,” tuturnya.

Ketika pertanyaan itu dilayangkan, Dian pun merasa bersyukur karena kedua orangtuanya begitu mendukung apa yang dilakukannya selama ini.

“Ya sudah kalau orangtua ridho, Insya Allah dirihoi Allah. Insya Allah tujuan jangka panjangnya dapat. Saya pun berusaha jadi lebih baik, menyenangkan orangtua dan membanggakan mereka,” tutupnya. 
 

Senin, 14 April 2014

Dian Pelangi Sempat Sebal Dipaksa Teruskan Bisnis Orangtua

Dian Pelangi (Foto: dianpelangi.net) 

Dian Pelangi (Foto: dianpelangi.net) MENJALANKAN sesuatu dengan paksaan sangatlah tidak enak. Dan itulah yang sempat dialami Dian Pelangi saat dipaksa orangtuanya nyemplung ke dunia fashion.

Menjadi desainer sesungguhnya bukanlah arah Dian Pelangi dalam kariernya. Namun, kehendak orangtua yang mengarahkan demikian membuat Dian mau tak mau menjalaninya.

Awalnya, wanita berusia 22 tahun tersebut mengaku sebal dengan keputusan orangtuanya. Menjalani dengan setengah hati pun jadi pilihannya demi menyenangkan orangtua.

"Awalnya memang sebal, apalagi waktu itu dipaksa masuk SMK. Saya sebenarnya enggak mau waktu itu, handle bisnis juga tidak mau. Saya pun sempat sedih," tuturnya saat bertandang ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Ya, usai lulus SMA, Dian memang dipaksa untuk melanjutkan bisnis orangtuanya. Usaha fashion berlabel Dian Pelangi harus dikendalikannya. Meski belum siap, namun paksaan itu dia jalani semaksimal mungkin.

"Beruntung, awalnya saya dari kecil kan memang akrab dengan fashion. Jadi, tidak terlalu buta-buta sekali. Cuma sempat sedih saja, kok orangtuaku begini ya," tutupnya.